Hegel menyempurnakan konsep dialektika dan menyederhanakannya dengan memaknai dialektika ke dalam trilogi tesis, anti-tesis dan sintesis. Menurut Hegel tidak ada satu kebenaran yang absolut karena berlaku hukum dialektik, yang absolut hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis).
Jadi Rumus Dialektika :
Thesis >< Anti Thesis = Sintesis
Benar-benar rumusan sederhana tetapi maknanya luar biasa. Hegel berhasil membuat sesuatu yang rumit menjadi sederhana dan mudah dipahami semua orang. Tidak ada yang absolut, semua pasti mengalami pertentangan lalu mengalami perubahan.
Atau dengan kata lain :
Thesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis, dsb
Semua akan berubah. Tetapi bukan tidak mungkin thesis lama muncul kembali dan tampil sebagai Sintesis.
Thesis Lama >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Anti Thesis = Sintesis >< Thesis Lama = Sintesis
Jadi dialektika bukan cuma sekedar pertentangan dan perubahan, tetapi juga sebuah siklus.
Posted by , Published at 3:52 AM and have
0
comments
No comments:
Post a Comment